Pukul 1:57 PM.
Halo Yeorobeun. Disini ada yang barusan ikut MOS kagak? Kali-kali aja ada ya. Oke, aku juga baru selesai menyelesaikan tugas yang katanya wajib itu. Kurang lebih seminggu buat kenalan sama kakak OSISnya. Yah, walaupun kenalan, tapi cuma tau wajah sama nama kakaknya doang, yang penting udah kenalan yah. Gak tau deh kakak OSIS tau gue atau gak. *siapa juga yang mau kenalan ma elo
Mungkin kalo ditiap sekolah cara OSIS menangani "orang baru" beda-beda, ada yang bawah darah mungkin, atau gak bawa kompor gas. Bisa aja kan ? Nah, kalo disekolah aku beda lagi, OSIS cuma nyuruh bawa rompi sama topi non kerucut/toga made karton. Simple kan? Tapi gak sesimple ngebuatnya. Kurang dari 1 hari buat kami buat tuh tugas. Bayangkan, sampai di rumah jam setengah 5, badan pegal-pegal butuh istirahat dong, malamnya baru deh bikin tugas. Kakak OSIS minta sesuatu yang kreatif disini. Mungkin bentuk topi yang spiral atau topi pipa yang diatasnya bulat (?). Dan hasilnya harus diserahkan besok harinya. Sehari penuh kami berdiri, tapi syukurlah matahari masih malu nunjukin winknya ke aku. Bener-bener capek seharian itu.
Disekolah aku ada semacam acara namanya mabit. Kami kedapatan untuk mabit malam sabtu, bukan malam minggu loh ya. Mabitnya cuma sehari aja, tapi acaranya memang padat banget tapi gak padat kali sih (?). Selesai shalat jum'at kami harus datang ke sekolah on time. Nah, berhubung kami peserta ta'aruf(MOS) diminta untuk mengumpulkan tanda tangan OSIS yang kata ketosnya minimal 30. Hari itu adalah hari terakhir pengumpulan, kami diberi waktu 1 jam 30 menit. 90 menit kami gunakan untuk berlari-lari, teriak-teriak, dan mempermalukan diri. Memang dasarnya MOS kali, OSISnya ngidam terlalu parah. Disuruh nambak pohon mangga, nyanyi di depan kakak kela, wah pokoknya macam-macam deh.
Setelah pengumpulan ttd, kami diminta lagi untuk berdiri kurang lebih 120 menit dengan posisi Ready. Barulah 17.30 dipersilahkan melakukan aktifitas pribadi. Malamnya ada acara yang lebih seru lagi(berharap banyak diacara ini). Jerit malam. 2 kata yang menggambarkan apa yang harus kami lakukan lagi. Jadi kami harus pergi satu persatu untuk menikmati suasana 11-12 malam. Tapi berhubung kami berjumlah 120-an, jadi perginya 1 pasang(muhrim). Sebelum diberi tugas sama OSIS, aku perhatiin teman-teman yang lagi bicara ntah sama siapa. Di acara jerit malam ini, gue sungguh-sungguh ingin merasakan sesuatu yang aneh yang berbeda. Tapi karna kondisi yang tidak memungkinkan dan tidak boleh egois, ya udah nurut aja. Acaranya sampe jam 00.00
Besoknya baru deh, penutupan ta'aruf. Baik OSIS dan peserta ta'aruf maaf-maafan. Berhubung mau ramadhan juga kan.
Udahan deh kayaknya. Gak ada yang spesial lagi. Dan maaf ya, tulisannya ancur, abis lagi banyak fokusnya kemana-mana.
Annyong
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar